Masa SMP adalah masa yang paling menyenagkan bagi kami. Walau kami belum menginjak jenjang SMA, tetapi kami sudah bisa menentukan bahwa SMP adalah masa-masa paling indah dalam hidup kami karena kami sedang mencari jati diri dan kami juga mencari sahabat sejati. Berbagai kisah kami lalui. Suka, duka kami lewati bersama.
Saat pertama kami masuk SMP,seperti biasa, kami menjalankan MOS. Kami butuh waktu yang cukup lama untuk beradatasi di lingkungan yang baru dan mencari teman baru. Setelah beberapa minggu, kami mulai mengenal satu sama lain. Kami mulai berbagi cerita tentang pengalaman hidup kami. Kami bersama dan bermain setiap waktu. Berbagi canda dan tawa, berbagi kesedihan dan tangisan.
Tak terasa sudah 1 tahun kami berada di SMP. Saat pertama kami naik kelas, kami berpisah karena kelas di acak dan di campur agar semua bisa bergaul dan berbaur degan teman-teman yang kurang dekat dan kurang akrab.
Sedih rasanya tidak sekelas lagi dengan teman-teman di kelas 7. Ya, walaupun hanya beberapa orang,tapi rasanya belum puas. Kami ingin bersama lagi di kelas 8. Tapi, ini sudah tidak bisa diubah lagi. Terpaksa, kami terima apa adanya dengan keadaan yang begini. Kami mencoba untuk beradaptasi lagi di lingkungan kelas 8 dengan teman-teman yang bisa dibilang ‘baru’. Walau kami sudah mencoba untuk berbaur dan mencari teman lagi, kami masih tidak bisa,dan pergi ke kelas lain untuk menemui teman kelas 7 dulu.
Saat pertama kami mengetahui siapa wali kelas kami, kesedihan kami sedikit menghilang. Kelas sempat terjadi keributan sejak dipilihnya patrick Armando sebagai ketua kelas. Karena memang waktu di kelas 7, oleh teman-teman yang mengenalnya, ia dikenal anak yang nakal.
Kami sudah dinasehati oleh wali kelas kami,Bu Yanti untuk cepat beradaptasi di lingkungan yang baru. Supaya kami jangan cemas akan kehilangan teman. Dan supaya bisa meningkatkan nilai supaya tidak ada siswa 8D yang tidak naik kelas. Bu Yanti selalu memberikan nasehat-nasehat dan mendukung kami dengan kata-kata yang benar-benar mendukung kami dalam hal moral,pelajaran, dan kesopanan. Bu Yanti tidak pernah marah dengan kami. Walau kami sering melakukan banyak masalah dan bandel. Bu Yanti memang kecewa,tetapi ia tidak pernah marah dengan kami ia hanya menegur kami dengan lembut dan terus menerus menasehati kami supaya tidak mengulagi perbuatan yang buruk itu.
Kesedihan dan kekecewaan kami sedikt demi sedikit terhapus karena dukunagn dari Bu Yanti. dan sudah mengenal teman-teman ‘baru’ dan mulai berbagi cerita, canda dan tawa, berbagi kesedihan dan tangisan bersama. Semua kami lewati bersama walau ada beberapa anak yang termasuk orang pendiam di kelas kami.
Kini kami sudah menghapus semua kekecewaan dan kesedihan kami. Kami sudah memulai kehidupan di kelas 8 daan tidak menegok kebelakang lagi. Kini kami sedang mengejar masa depan yang indah. Walau kami tau banyak halangan yang akan kami hadapi.
Pada awal kami di kelas 8,kami mengalami kekosongan guru matematika. Karena guru matematika waktu kelas 7 yaitu bu Lusi,keluar karena ia mempunyai rumah yang jauh dari sekolah, makanya ia sering terlambat. Karena ia malu terlambat terus, akhrinya ia mengundurkan diri menjadi guru di sekolah kami. Banyak memang guru yang mengundurkan diri dari sekolah dengan berbagai alasan. Yang sering datang ke sekolah kami adalah pak Jhon, guru bahasa Inggris kelas 7a dan 7b dulu. Ia datang ke sekolah kami karena ia dipindahkan di yayasan sekolah pusat yang berada di Cililitan. Selain itu ada juga Pak Kent dan Bu Angel.
Dibilang kangen dengan guru-guru yang sudah mengundurkan diri sih iya, apalagi dengan pak Jhon yang seru dan lucu dan pak Kent dengan gaya yang selalu jaga image dan stay cool dalam keadaan apapun. Memang kami pernah marah dengan pak Kent, tapi hanya sesaat. Bisa dibilang pak Kent itu tidak pernah marah, tapi pernahnya ngambek. Yang pasti selalu kami ingat adalah bau parfumnya yang sangat menyengat menusuk hidung. Dan bu Lusi guru matematika yang kadang menyenangkan, dan kadang menyebalkan. Apalagi bu Angel yang kalau marah kami sudah takut tak karuan, tetapi yang kami suka adalah wajahnya yang baby face.
Tetapi itu hanya masa lalu yang menyenangkan, ya.. walaupun ada banyak juga masa lalu yang menyedihkan,kami tetap akan terus melihat kedepan dan menikmati apa yang ada sekarang. Kami sering bercerita tentang kerinduan kami akan mantan guru kami itu,kami memang sesekali melihat kebelakang untuk mengigat kejadian di masa lalu.
Sekarang kami memang kurang bersatu dan tidak mengerti apa arti ‘indahnya kebersamaan’. Kami tetap menjalani kehidupan dengan normal. Dengan menimbulkan banyak masalah, membuat banyak keributan dan saling berusuh-musuhan. Mungkin karena kami kurang mengenal lebih dalam tentang seseorang itu, kami jadi saling bermusuhan dan tidak bersatu.
Kami mulai bosan saat kami berganti-ganti guru matematika. Pertama, datang seorang pepermpuan yang bernama Bu Dewi. Guru dari yayasan pusat sekolah kami. Cara mengajar Bu Dewi, hampir sama dengan cara mengajar Bu Lusi. Pertama, kami tidak suka dengannya, tetapi lama-kelamaan kami menjadi enjoy diajar dengannya karena cenda tawa yang memenuhi kelas 8d karena ada teman kami yaitu Nehru. Tetapi sayangnya, Bu Dewi hanya guru pengganti untuk sementara. Kedua, kami diajar oleh seorang perempuan juga yang bernama Bu Vera yang galaknay gak ampun-ampun. Kami terus mengeluh ke wakil kepala sekolah yang juga menjadi guru PKn kami. Dan akhirnya Bu Vera diganti dengan pak Yosafat yang menurut kami agak ‘ERROR’. Bahkan guru-gruru lainnya juga sependapat dengan kami. Tetapi kami sampai sekarang masih belum mengerti apa yang diajarkan oleh pak Yosafat itu. Tetapi ini lebih baik daripada Bu Vera itu.
Sedikit demi sedikit kami bisa bersatu walau banyak halangan. Tetapi kami ingin mengetahui arti dari ‘indahnya kebersamaan’ dalam kelas 8d ini. Kami mulai terbuka denagn teman kami dan juga guru-guru kami. Kini kami tertawa bersama, bukan menetrawakan diri seseorang. Semua berangsur-angsur menjadi baik. Masalah yang dialami dan dibuat juga mengurang. Kami bernyanyi bersama setiap ada gitar menganggur di kelas. Pokoknya kini suasana di kelas 8d penuh dengan keceriaan dan kebersamaan.
Waktu kelas kami dimarahi oleh seorang guru, kami selalu mengintrospeksi diri. Dan berusaha supaya bisa lebih baik lagi. Saat ada yang terkena masalah, kami selalu siap membantu. Kami selalu menanyakan setiap ada yang bermuram durja,bersedih hati,dan tampang yang pucat. Apakah dia sakit atau sedang ada masalah, kami selalu siap mendengar cerita walau banyak yang tidak mau menceritakannya.
Bu Yanti kini sering kami bilang ‘Mami Yanti’ atau ’Mama Yanti’ karena kami sudah menganggap Bu Yanti sebagai mama kami sendiri. Kami sangat menyangi Mama Yanti karena ia selalu memperhatikan kami dan menasehati kami dengan bahasa yang bisa kami mengerti dan menyemagati kami. Ia juga selalu sabar walau kami sering sekali membuat masalah dan dimarahi oleh guru lainnya.
Ada seorang teman kami yang selalu membuat lelucon untuk menghibur kami. Yaitu Nehru. Ia selalu membuat kami tertawa terbahak-bahak mendengar dan melihat lelucon yang amat lucu yang mirip dengan acara OVJ(Opera Van Java). Nehru sangat sering meniru tingkah laku dari Sule,yang lucu-lucu.
Sekarang 8d walau masih banyak membuat dan terkena masalah, kami tetap berteguh untuk menjadi yang lebih baik. Kami saling mendukung jika ada yang terkena masalah. Kini 8d benar-benar dipenuhi oleh hagatnya kebersamaan. Walau masih ada juga yang bermain dengan orang yang itu-itu saja, kami tetap menjalin kebersamaan. Dan kini, kami tau apa arti ‘Indahnya Kebersamaan’. :)
†The End †
Thanks for Reading :)

